Selamat datang di UPK SINDANG MAJALENGKA
SELAMAT DATANG DI MEDIA CENTER UPK DAPM SAUYUNAN KECAMATAN SINDANG KABUPATEN MAJALENGKA"- DARI OLEH UNTUK MASYARAKAT - MAJU BERSAMA KAMI

Dapat Mematikan Pasar Tradisional – Pembangunan Mini Market Akan Dibatasi

Minggu, 10 Juli 20110 komentar


Majalengka, (Sinarmedia).-

Menjamurnya pasar modern dan mini market saat ini di kabupaten Majalengka seolah tak terbendung.Tak dapat dipungkuri hadirnya pasar modern dan mini market tersebut telah mematikan pasar tradisional dan toko serta warung-warung kecil milik masyarakat.Pembangunan mini market lebih parah lagi hingga jarak antara mini market tak mengenal aturan karena memang Pemerintah kabupaten Majalengka belum memiliki aturan tentang hal itu.

Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam waktu dekat ini akan segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) baru tentang pengelolaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern di kabupaten Majalengka.

Menurut ketua DPRD H.Surahman S.Pd., perda baru tentang pengelolaan pasar tradisional ini sangat penting, mengingat dengan makin menjamurnya pasar modern tentu saja menimbulkkan persaingan. Akibatnya kebaradaan tradisional semakin tersisihkan karena tidak mampu bersaing dengan pasar modern, sehingga perlu adanya aturan baru yang mengaturnya.

“Nanti, Perda baru tentang pasar ini, kita akan mengatur jarak bangunan antara pasar modern/mini market dengan pasar tradisional serta agar tidak terlalu dekat dengan mini market lainnya.“Ungkapnya.

Selain itu pria yang akrab dipanggil Momon ini, menambahkan ,pesatnya pasar modern di sejumlah desa dan pinggir jalan raya di pelosok desa, membuat para wakil rakyat ingin segera membuat aturan tentang jam buka mini market tersebut.

“Jika hal itu tidak diatur, dikhawatirkan nantinya pasar tradisional akan semakin ditinggalkan. Dalam perda itu kita pun akan mencantumkan jam buka mini market harus diatas jam 9 pagi. Jangan sampai sebuah mini market ada yang buka jam 7 pagi.”Ujarnya.

Momon juga menjelaskan, keberadaan pasar modern harus sesuai dengan aturan yaitu minimal harus mempunyai luas lahan diatas 400 meter persegi dan harus mempunyai 60 meter untuk lahan parkir.

“Saya sendiri selalu prihatin bila membandingkannya dengan pasar tradisional. Di Jatiwangi, Leuwimunding, Kadipaten, Sumberjaya, Rajagaluh dan mungkin di sejumlah wilayah lainnya, saya lihat jarak antara mini market itu terlalu dekat. Dan itu merugikan toko dan warung tradisional.” Tegasnya.

Diakhir wawancara Momon mengatakan, dalam Perda itu kita akan mengatur pula tentang penempatan mini market, minimal cukup ada di dekat kantor kecamatan kota saja.

“Di desa pun kini sudah ada mini market, kita juga akan mengaturnya. Terkait banyaknya mini market yang memiliki lahan parkir kurang dari 60 meter, kita pun akan membahasnya juga.” Tambahnya. (Erik)
Share this article :
 
Copyright © 2011. UPK DAPM SINDANG MAJALENGKA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger