Selamat datang di UPK SINDANG MAJALENGKA
SELAMAT DATANG DI MEDIA CENTER UPK DAPM SAUYUNAN KECAMATAN SINDANG KABUPATEN MAJALENGKA"- DARI OLEH UNTUK MASYARAKAT - MAJU BERSAMA KAMI

Jalan Panjang Program Pemberdayaan Masyarakat

Jumat, 23 Agustus 20130 komentar


Kepala BPMDPKB Kab Majalengka
Majalengka [SuaraJabar.Com]. Salah satu upaya memajukan kesejahteraan umum yang dilakukan di Kabupaten Majalengka adalah melalui program Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana. Bagaimana hasil yang dicapai dalam program tersebut selama setahun terakhir? Berikut wawancara dengan Drs. H. Rieswan Graha, M.M.Pd, selaku Kepala BPMDPKB Kabupaten Majalengka.

Apa yang menjadi sasaran program pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Majalengka?

Sasaran program pada BPMDPKB Kabupaten Majalengka ada tiga. Pertama, pemberdayaan kelembagaan, perempuan, dan sosial budaya masyarakat. Kedua, pendewasaan usia perkawinan dan fasilitasi pelayanan KB untuk pengendalian angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. Terakhir, pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan pengembangan kelompok usaha ekonomi mikro keluarga miskin.

Bagaimana evaluasi program pemberdayaan kelembagaan dan sosial budaya masyarakat?

Terkait dengan program pemberdayaan kelembagaan dan sosial budaya masyarakat, selama tahun anggaran 2012 telah dilaksanakan sekira 17 macam kegiatan. Beberapa diantaranya adalah kegiatan Bakti Siliwangi dan TNI Manunggal, Fasilitasi Peningkatan Kapasitas LPM dan Peran Masyarakat dalam Penataan Lingkungan Pedesaan serta Lomba Desa, Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Pembinaan Desa Mandiri Energi, dan sebagainya. Bahkan, dalam rangka menunjang PNPM Mandiri Perdesaan, BPMDPKB Kabupaten Majalengka berkomitmen mengadakan serangkaian fasilitasi yang tersebar di 22 kecamatan melalui kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan pengelolaan PNPM Mandiri Perdesaan.

Apa yang telah dilakukan terkait dengan program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak?

Tujuan akhir dari Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah meningkatkan status, posisi, dan kondisi agar dapat mencapai kemajuan peran yang setara dengan kaum laki-laki serta membangun anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan bertaqwa serta terlindungi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, BPMDPKB telah melaksanakan berbagai kegiatan, yakni: pengembangan Program Terpadu P2WKSS dengan sasaran perempuan usia 16 – 50 tahun sebanyak 100 KK binaan dari keluarga pra sejahtera, pemberian modal pada 52 kelompok UP2K-PKK dan 13 UP2K-PKK Mandiri, pembinaan Posyandu, sosialisasi penghapusan KDRT dan Undang-undang Perlindungan Anak terhadap 400 orang pengurus dan anggota organisasi wanita dan LSM se-Kabupaten Majalengka, sosialisasi pengelolaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) terhadap para pengurus P2TP2A, perwakilan organisasi wanita, sosial, politik, profesi, kemasyarakatan, LSM, TKW, dan korban KDRT sebanyak 300 orang, serta peringatan hari ibu (PHI).

Bagaimana tentang Progam KB?

Selama tahun 2012, secara bertahap BPMDPKB telah berhasil melaksanakan pelayanan KB MOW dan MOP bagi keluarga miskin sebanyak 508 akseptor MOW dan 31 akseptor MOP.

Apa yang telah dilakukan untuk program Kesehatan Reproduksi Remaja?

Program KRR merupakan salah satu Program Nasional yang tercantum dalam RPJM 2009 – 2015. Program KRR diarahkan untuk mewujudkan Generasi Berencana dengan cara mendorong remaja untuk: menunda usia perkawinan; berperilaku sehat; menghindari seks bebas, HIV/AIDS dan Narkoba/NAFZA; mengintegrasikan Norma-norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera; dan, menjadi contoh, idola, teladan dan model bagi remaja sebayanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibentuklah Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR). Wadah ini dipandang cukup strategis sebagai ruang pelaksanaan program Penundaan Usia Perkawinan (PUP) dan KRR karena dikelola langsung dari, oleh, dan untuk remaja guna memberikan layanan informasi dan konseling tentang Kesehatan Reproduksi Remaja serta kegiatan penunjang lainnya.

Pada tahun 2012, kelompok PIK KRR yang telah terbentuk sebanyak 87 kelompok, dengan klasifikasi masing-masing: tahap tumbuh sebanyak 70 kelompok, tahap tegak sebanyak 15 kelompok, dan tahap tegar 2 kelompok. Selain itu, pihak kami telah menyalurkan bantuan angkringan bagi 5 kelompok PIK KRR di 5 kecamatan.

Apa yang telah dilakukan untuk meningkatkan Ketahanan Keluarga dan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga?

Pembinaan Ketahanan Keluarga mencakup 3 kelompok program, yakni Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Tahun 2012, kelompok BKB berjumlah 525 kelompok. Salah seorang kader BKB berhasil meraih Juara II tingkat Provinsi Jawa Barat atas nama Ibu Ika Sukilah, warga Desa Waringin Kecamatan Palasah. Kelompok BKR berjumlah 253 kelompok dan kelompok BKL berjumlah 258 kelompok.

Adapun untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, dilakukan dengan mendorong para ibu rumah untuk membentuk kelompok-kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Sampai tahun 2012, kelompok UPPKS telah berjumlah 606 kelompok. Pada tahun 2012 kemarin, kelompok UPPKS “Sawargi”dari Kecamatan Palasah meraih Juara II tingkat Provinsi Jawa Barat. (nandangdarana)
Share this article :
 
Copyright © 2011. UPK DAPM SINDANG MAJALENGKA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger